Mengenal Mode A, S, P dan M pada Kamera

Sobat tOekangpoto, pernah dong melihat tombol/handle pada kamera yang bertuliskan A, S, P dan M. Tentu saja selain mode Auto.

Mengenal Mode A, S, P dan M pada Kamera (Sumber. Google)

Mengenal Mode A, S, P dan M pada Kamera (Sumber. Google)

Cung, yang masih pakai mode otomatis (Auto)?, memudahkan banget ya. Tinggal ngintip, abis itu pencet tombol shutter, dan biarkan kamera berpikir untuk menghasilkan foto yang bagus. Ga perlu pusing untuk mengatur diafragma, ISO, ataupun Speed. Tapiii, ga ada salahnya dong kalo kita kenalan dengan mode-mode lainnya, biar lebih mendalami fotografi gituu.

Ok, sobat tOekangpoto akan kami ajak untuk melihat fungsi serta beberapa contoh foto dari penggunaan mode tersebut. Check this out:

Apa Itu A, S, P, dan M?

Mode pada berbagai macam kamera (Sumber. Google)

Mode pada berbagai macam kamera (Sumber. Google)

Ow..ow…para Nikonian dan beberapa pengguna kamera merk lainnya pasti ga asing ya melihat mode A, S, P dan M ini. Sedangkan Canonian lebih mengenal mode-mode tersebut dengan istilah: Av, Tv, P, dan M. Istilah Av sendiri sama dengan A pada Nikon, sedangkan Tv sama dengan fungsi S.

Mode A

A (Aperture Priority) adalah fungsi mode yang memprioritaskan pengaturan pada bukaan diafragma. Hayo, masih ingat tentang diafragma?. Klo lupa-lupa inget, monggo dicek tulisan ini. Intinya, mode ini lebih menekankan pada bagaimana menghasilkan Depth of Field atau dikenal dengan DoF (ruang ketajaman), baik sempit ataupun luas. Saat mengatur angka diafragma secara manual, maka kamera akan menyesuaikan shutter speed dengan sendirinya, sehingga pencahayaan menjadi sinkron (seimbang).

Sobat TP dapat menggunakan mode A untuk pemotretan dengan subyek/obyek diam. Misalnya, landscape, still life, arsitektur serta foto model, dsb.

Perhatikan contoh penggunaan mode A untuk mengatur DoF di bawah ini:

Contoh foto dengan mode pengaturan A (Foto. Khairuddin Safri)

Contoh foto dengan mode pengaturan A (Foto. Khairuddin Safri)

Pada gambar DOF 1 angka diafragma disetting pada f 1.8 sedangkan pada gambar DOF 2, angka diafragma disetting pada f 3.2. Perhatikan perbedaan DoF pada masing-masing background.

Mode S

S (Speed Priority) adalah fungsi mode yang memprioritaskan pengaturan pada kecepatan rana (Shutter Speed). Penggunaan mode ini sangat efektif untuk pemotretan subyek/obyek bergerak, seperti olahraga, laju kendaraan, merekam laju air terjun, dsb.

Pernah dengar bunyi-bunyian saat tombol shutter ditekan?Nah, cepat/lambatnya bunyi berbanding lurus dengan cepat/lambatnya kecepatan rana. Kecepatan rana sendiri bisa diatur loh cepat/lambatnya.

Saat kamera disetting pada mode S, sobat TP hanya akan mengatur seberapa cepat rana terbuka. Sedangkan diafragma akan menyesuaikan besarnya, agar mendapatkan pencahayaan yang sinkron (seimbang).

Yaak, mari kita lihat foto di bawah ini:

Foto dengan mode pengaturan S (Foto. Khairuddin Safri)

Foto dengan mode pengaturan S (Foto. Khairuddin Safri)

Foto SPEED 1 disetting pada kecepatan 1/2500 detik, sedangkan foto SPEED 2 pada 1/100 detik. Pada Foto 1 subyek terlihat “membeku”, sedangkan pada Foto 2, lebih terlihat ada pergerakan antara subyek dan lingkungan disekitarnya (dinamis).

Mode P

Mode P atau Program pada prinsipnya sama seperti cara kerja mode Auto. Fotografer tinggal membidik subyek/obyek yang akan difoto, biarkan kamera yang melakukan settingan secara otomatis. Lah, jadi apa bedanya dengan mode Auto? Pada mode P, fotografer dapat mengatur penggunaan internal flash (mau digunakan atau tidak). Bisa juga mengatur White Balance secara manual. Mode ini cocok untuk pemula yang ingin belajar “mengejar momen dan komposisi” terlebih dahulu, tanpa harus berpusing-pusing ria memikirkan teknis kamera.

Mode M

M (Manual) adalah fungsi mode yang mengatur secara manual antara shutter speed (S) dan bukaan diafragma (A). Pada mode ini, fotografer dengan leluasa dapat mengatur dua fungsi tersebut secara bersamaan. Tentu saja disesuaikan dengan ide foto yang hendak dicapai.

Pengaturan pada mode M, mengajak kita untuk lebih memahami tentang karakter pencahayaan dan ruang ketajaman yang dihasilkan dari penggunaan shutter speed dan diafragma.

Berbeda dengan penggunaan mode Auto, pada mode M, fotografer harus melakukan settingan  speed dan diafragma yang tepat untuk menghasilkan foto sesuai dengan imajinasinya. Hal ini dikarenakan kamera -hanya- akan menghasilkan gambar sesuai dengan settingan yang kita lakukan.

Mari kita perhatikan foto di bawah ini:

Foto dengan menggunakan mode pengaturan M (Foto. Khairuddin Safri)

Foto dengan menggunakan mode pengaturan M (Foto. Khairuddin Safri)

Untuk merekam lesatan kembang api di atas,  kita bisa mengatur settingan kamera sedemikian rupa. Pada foto ini, saya men-setting shutter speed pada angka 8 detik, dengan diafragma f 25.

———-

Ok…makin cerah atau tambah bingung nih? hehehe. Biar makin cerah, saatnya ambil kamera dan praktekkan semua mode di atas ya. Rasakan perbedaannya. Daan, selamat melukis dengan cahaya :).

Jangan lupa upload fotomu pada Group tOekangpoto untuk diskusi lebih dalam :D. Selamat belajar :).

Foto & Tulisan: Khairuddin Safri (Member tOekangpoto Frame Jakarta)

Advertisements